Bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air Leuwikeris Ciamis
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
leuwikeris di Kabupaten Ciamis Menurut Komite Percepatan Penyediaan
Infrastruktur Prioritas (KPPIP) bendungan yang telah mulai kontruksi pada tahun
2016 direncanakan bisa beroperasi pada tahun 2020. (https://kppip.go.id/proyek-strategis-nasional/j-sektor-bendungan/bendungan-leuwikeris/#
disakses 08:53 tanggal 17 Maret 2018). Bendungan leuwikeris ini berasal dari sungai
citanduy yang wilayahnya 48.000 hektare. Bendungan leuwikeris secara
adminstratif berada di dua wilayah yaitu kabupaten ciamis dan kabupaten
tasikamalaya. Proyek pembangunan leuwikeris ini akan merendam 7 desa dan 5
kecamatan di kabupaten ciamis dan kabupaten tasikmalaya. Adapun batas-batas
lokasi bendungan yaitu sebelah utara Desa Cihalarang, Desa Handapherang (Kec.
Cijeungjing, kab. Ciamis), sebelah Timur desa Beber (Kec. Cimaragas, Kab.
Ciamis), sebelah Selatan Desa Ancol (Kec. Cineam, Kab. Tasikmalaya); Desa
Pasirbatang, Desa Cilangkap (Kec. Manonjaya, Kab. Tasikmalaya) dan sebelah
barat Desa Cilangkap (Kec. Cineam, Kab. Tasikmalaya). (https://gapuraindonesia.com/sosial-politik/2017/09/14/mengenal-lebih-dekat-bendungan-leuwikeris-part-2/
diakses 09:49 tanggal 17 Maret 2018).
Bendungan leuwikeris membutuhkan
lahan seluas 550 hektare untuk mampu menampung 81 juta kubik air. (www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/01/19/pembangunan-bendungan-leuwikeris-sudah-19-persen-418206
diakses 10:45 tangga 17 Maret 2018). Pembangunan bendungan
leuwikeris bertujuan untuk optimalisasi ketersediaan air sungai citanduy
sebesar 5,3 miliar m3/tahun atau sekitar 170 m3/detik. Kebutuhan air untuk
irigasi dan kebutuhan lainnya mencapa 86,73 m3/detik, tetapi hanya mampu
terpenuhi 78,30 m3/detik. Melalui bendungan yang terletak di tengah-tengah
kabupaten ciamis dan kabupaten tasikmalaya ini, kebutuhan air wilayah sungai
citanduy dapat terpenuhi. Bendungan leuwikeris dapat menpunyai beberapa fungsi
diantaranya air tampungan dari bendungan akan dialirkan ke daerah irigasi
Lakbok seluas 6.600 Ha dan Daerah Irigasi manganti seluas 4.616 Ha. Saat musim
penghujan bendungan leuwikeris dirancang akan mereduksi banjir periode 25 tahun
sebesar 11,7% dari 509,7 m3/deti menjadi 450.02 m3/detik. Bendungan leuwikeris
mampu menyediakan air baku sebesar 845 liter per detik untuk kota banjar,
kabupaten ciamis dan kabupaten
tasikmalaya. Bendungan leuwikeris juga dilengkapi pembangkit listrik tenaga 2 X
10 Megawatt dengan ketinggian 83,5 meter dan panjang 388 meter. Manfaat lainnya
yang ingin dicapai adalah peningkatan potensi wisata dan konsevasi air tanah .
(www.clapeyronmedia.com/leuwikeris-pengendali-air-tiga-kota/
diakses 11:12 tanggal 17 Maret 2018)
Ciamis sebagai salah
satu provinsi di Jawa Barat, letaknya di sebelah Utara berbatasan dengan
Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, sebelah Barat dengan Kabupaten
Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, sebelah Timur dengan Kota Banjar dan Propinsi
Jawa Tengah, dan sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia. Berdasarkan letak
geogerafisnya Kabupaten Ciamis berada pada posisi strategis yang dilalui jalan
Nasional lintas Provinsi Jawa Barat Provinsi Jawa Tengah dan jalan Provinsi
lintas Ciamis – Cirebon – Jawa Tengah. Letak astronomisnya berada pada 108°20’
sampai dengan 108°40’ Bujur Timur dan 7°40’20” sampai dengan 7o41’20’’ Lintang
Selatan. Luas wilayah Ciamis sebesar 244,479 Ha atau 7,73 persen dari total
luas daratan Propinsi Jawa Barat. Dalam konteks pengembangan wilayah Provinsi
Jawa Barat, Kabupaten Ciamis mempunyai 2 (dua) Kawasan Andalan yaitu Kawasan
Andalan Priangan Timur dan Kawasan Andalan Pangandaran.
Suhu udara rata-rata
di Ciamis tahun 2009 berkisar antara 20,0°C sampai dengan 30,0°C Tempat–tempat
yang letaknya berdekatan dengan pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif
tinggi. Kabupaten Ciamis terletak pada lahan dengan keadaan morfologi
datar-bergelombang sampai pegunungan, dengan kemiringan lereng berkisar antara
0 – 40 % dengan sebaran 0 – 2 % terdapat di bagian tengah - timur laut ke
selatan dan 2-40 % tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan. Jenis tanah
didominasi oleh Latosol, podsolik, alluvial dan grumusol.
Rata-rata curah
hujan di Kabupaten Ciamis selama tahun 2009 adalah sebesar 3 606,50 mm
sedangkan curah hujan 177.40 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan
Maret sebesar 10 991 (mm) dan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 67
(mm) dan Hari hujan tertinggi terjadi pada bulan April sebesar 214 dan terendah
terjadi pada bulan Agustus sebesar 16. Berdasarkan klasifikasi iklim menurut
Schmidt-Ferguson, Kabupaten Ciamis pada umumnya mempunyai tipe iklim C.
Kabupaten Ciamis dialiri oleh sungai utama yaitu sungai Citanduy yang mengalir
mulai dari Gunung Cakrabuana (hulu) di Kabupaten Tasikmalaya dan bermuara di
Sagara Anakan Provinsi Jawa Tengah dengan anak-anak sungainya terdiri dari
sungai Cimuntur, sungai Cijolang dan sungai Ciseel. Dibagian selatan mengalir
sungai Cimedang dengan anak sungainya terdiri dari sungai Cikondang, sungai
Cibegal, sungai Cipaledang, sungai Cibungur, sungai Citatah I, sungai Citatah
II, sungai Cigugur, sungai Ciharuman, sungai Cigembor, sungai Cikuya, sungai
Cijengkol, sungai Cimagung dan sungai Cicondong. Sebagian besar wilayah
Kabupaten Ciamis termasuk ke dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy,
sedangkan sisanya termasuk ke dalam DAS Cimedang.
Sebagian besar desa
di Ciamis merupakan desa bukan pesisir yang jumlahnya mencapai 328 desa dengan
topografi wilayah sebagian besar berada di dataran yaitu sebanyak 153 desa dan
yang berada di lereng sebanyak 162 desa, sedangkan desa yang berada di Daerah
Aliran Sungai (DAS) sebanyak 13 desa.
Komentar
Posting Komentar